16 Desember 2009

Di Balik Cerita Bibit Dan Chandra

Oleh: Sabri Hamri

3 bulan terakhir masyarakat disuguhkan sebuah berita yang penuh dengan pertanyaan. Hampir semua media massa dan elektronik local maupun nasional yang tak luput menyajikan berita tersebut. Karena berita tersebut bak cerita yang patut disimak. Berita itu adalah kasus Bibit dan Chandra. Bermula dari ditetapakan nya bibit dan Chandra sebagai tersangka sampai kepada akhir cerita pembebasanya. Yang menjadi pertanyaan apakah benar kasus Bibid dan Chandra merupakan kriminalisasi.
Peristiwa ini bermula dengan terjadinya pidana pembunuhan (alm) Nasrudin Zulkarnaen yang katanya melibatkan mantan pimpinan KPK Antasari Azhar. Kasusnya terungkap dan Polri menahan Antasari Azhar. Di tengah penyidikan kasus pembunuhan muncullah testimoni Antasari yang menghebohkan masyarakat. Polri mendapatkan testimoni Antasari yang isinya memberikan penjelasan tentang terjadinya penerimaan uang sebesar Rp 6,7 miliar oleh sejumlah pimpinan KPK. Bak disambar petir kabar tersebut mampu membangun opini public yang pro dan kontra. Ada yang percaya, ada pula yang tak percaya.

13 Desember 2009

Berhukum Dengan Nurani

Oleh: Satjipto Rahardjo

Prita Mulyasari adalah perempuan biasa, ibu rumah tangga, ibu dari dua anak balita yang berusia tiga tahun dan satu tahun tiga bulan.

Prita bukan koruptor, pembunuh, penipu, atau penjahat. Namun, hanya karena tersandung e-mail, ia harus berurusan dengan polisi, jaksa, bahkan masuk tahanan.

Perempuan itu hanya ingin curhat kepada teman-temannya mengenai layanan rumah sakit terhadap dirinya melalui e-mail.

Dalam UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dikatakan, UU ITE itu dibuat antara lain untuk memberikan semacam hak untuk mengumumkan informasi. Justru Prita tersandung saat ingin berbagi informasi dengan teman-temannya.

03 November 2009

Alhamdulillah

Oleh : Sabri Hamri

Ya Allah,,,,
begitu baiknya Engkau kepadaku....
Engkau mudahkan jalanku hari ini dan sebelumnya dalam menghadapi ujian...
aku takut Ya Allah apa yang aku cita2kan selama ini akan sia2 begitu saja...
Hanya segala puji yang dapat aku panjatkan kepada-Mu ya Allah....
terima kasih Ya Allah...

02 November 2009

Makna pita hitam di lengan kiri kawan-kawan

Oleh: Sabri Hamri

pita mungil itu kini telah terpasang erat di lengan tanganmu....
walaupun kecil tapi mempunyai makna besar buatmu...
pita itu lambang bahwa kita masih peduli dengan pemberantasan korupsi di negara ini...
bukti kita ikut prihatin dengan apa yang dialami bangsa yang kita cintai ini...
kawan2 tetaplah kau ikat pita itu sampai kita mendapatkan keadilan di negeri ini...

01 November 2009

Lanjutkan Kawan-Kawan

Oleh: Sabri Hamri

"hari ini puluhan kawan-kawan yang tergabung dalan aliansi cicak kota padang mengadakan aksi solidaritas untuk kpk....

bersama kawan-kawan dari aliansi masyarakat darurat keadilan yang terdiri dari mahasiswa dan  NGO dengan mengenakan pita hitam di tangan sebelah kiri, kawan-kawan bergerak menuju bundaran dekat rektorat unand tempat tiang bendera merah putih di kibarkan...

selain mengikrarkan darurat keadilan aksi ini juga di ikuti dengan penurunan bendera setengah tiang....."

kawan...
hari ini kita membuktikan bahwa kita masih peduli...
hari ini kita membuktikan bahwa kita ikut prihatin..

ayo kawan...
korupsi harus mati...
korupsi harus hilang..

kpk harus tetap ada...
kpk harus tetap hidup...

29 Oktober 2009

Mengenang Gempa 30 September

Oleh : Sabri Hamri

hari ini mengingatkan kita kembali peristiwa duka sebulan yang lalu di bumi andalas yang kita cintai ini...
namun perasaanku masih bertanya2 apakah bencana kali ini adalah hukuman atau sekedar ujian dari Yang Maha Kuasa...
aku tak pernah berhenti berpikir dari kemarin hingga kini...
sewaktu mendengarkan kathib membawakan kuthbah nya tadi aku sedikit tertarik dengan judul yang diberikan...
"Rang Minang Berkacalah"...

Aku kini yakin dan percaya bahwa ini adalah sebuah hukuman...

23 April 2009

Cinta Di Akhir Ramadhan


Oleh: Sabri Hamri


Namaku Bintang. Atau lengkapnya Bintang Langit Angkasa. Nama itu pemberian ibuku. Ayah bilang ibu telah memberikan nama itu jauh sebelum aku lahir. Tepatnya saat masih di kandungan ibu. Kata ibu apabila anaknya perempuan atau laki-laki, ia akan memberikan nama Bintang Langit Angkasa buat anaknya. Ia ingin anaknya kelak seperti Bintang, Langit , atau Angkasa yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tapi sayangnya ibu telah tiada. Ibu meninggal saat melahirkan diriku. Aku seakan bersalah terlahir di dunia ini. Kenapa aku harus lahir tanpa sedikitpun dapat melihat ibu.


Pagi ini aku bangun kesiangan. Aku terlelap tidur tadi malam karena suasana malam yang dingin akibat hujan yang beberapa hari ini tak kunjung reda. Kuraih HP yang tepat berada di sampingku. Jam menunjukkan pukul 09.00 wib. Ada 8 sms yang masuk pagi ini. Semua dari temanku yang mengirim ucapan selamat ulang tahun untukku. Aku sendiri baru ingat kini usiaku telah menginjak usia 17 tahun. Tapi sayangnya ayahku tetap tidak peduli denganku. Padahal aku berharap ayahlah orang pertama kali mengucapkan kata selamat ulang tahun itu. Terakhir kali ayah mengucapkannya adalah 1 tahun yang lalu. Saat usiaku 16 tahun. Tapi kini ayah telah berubah. Dulu ayah adalah orang yang sangat sayang padaku. Ia juga dapat menggantikan peran ibu. Namun saat ini ayah berubah 180 derajat.