03 Januari 2013

Cahaya Mata Seorang PSK

Oleh : Sabri Hamri

/1/

Kupandangi berulangkali foto itu,
Mulai basah oleh air mata
yang bercampur debu.
Terus terlintas dipikiranku,
bagaimana nasib keluargaku.

Kupandangi wajah itu satu persatu
Wajah Ummi dan Abah
Wajah Aisyah adikku
Mengingat 10 tahun yang lalu
Terakhir kali kami bertemu

Begitu besar kesalahan yang kulakukan
Mungkinkah bisa dimaafkan
Pantaskan meminta ampun kepada Tuhan
atas dosa yang kulakukan
10 tahun hidup menderita
10 tahun berlumur dosa
Hidup menjadi makhluk paling hina

Ya Allah, ampuni aku
Aku bertobat kepada-Mu
Kepada-Mu aku mengabdi
Kepada-Mu aku memohon
Aku rindu dengan ummi
Aku rindu dengan Aisyah



Kupandangi foto itu kembali
untuk yang terakhir kali
Kini 1 Syawal 1433 H
Aku rindu bertemu ummi dan aisyah
untuk yang terakhir kali,
di hari raya Idul Fitri

Nur Ain nama lahirku,
Nur keluarga memanggilkuku
Nora, para hidung belang mengenalku
Mantan seorang  PSK[1]
atau wanita tuna susila

Allah telah memanggilku
Sebelum aku sempat bertemu
AIDS telah membunuhku
AIDS telah mengakhiri hidupku

/2/

Baru kemarin rasanya
Aku memeluk tubuh ummi dan abah
Baru kemarin rasanya
Aku mencium tangan dan pipi
ummi dan abah

Baru kemarin rasanya
Ummi dan abah mengahapus
 air mata dipipiku
Baru kemarin rasanya
Aku memeluk dan mencium
 kening aisyah adikku

Baru kemarin rasanya tinggal di desa
Setiap pagi berjalan kaki
diatas pematang sawah
untuk pergi ke sekolah

Setiap siang membantu abah di sawah
Dari  menyemai padi
Hingga memanen padi

Setiap sore belajar dengan aisyah
Mengulang pelajaran sekolah
Agar  meraih prestasi disekolah

Selepas maghrib sampai isya
pergi mengaji ke mushalla
belajar ilmu agama
Agar menjadi wanita sholeha

Setiap malam berkumpul dengan keluarga
Melepas penat dan lelah dari bekerja
diruang tamu sederhana
Mendengarkan nasihat abah
Untuk aku dan aisyah

/3/

Rika temanku dikampung
Menawarkanku pekerjaan
di sebuah biro perjalanan
Gaji pun cukup menggiurkan

Aku harus bekerja
Sudah 6 bulan aku tamat SMA

Keinganan kuliah sudah sirna
Meskipun aku lulus PMDK
di universitas ternama di Jakarta

Darimana aku akan dapat biaya
Biaya masuk mencapai belasan juta
Belum termasuk biaya asrama

Apakah harus menggadaikan sawah?
Demi aku bisa kuliah
Tidak, aku tidak ingin
 keluarga bertambah susah

Aku masih beruntung
bisa tamat SMA
karena mendapat beasiswa dari Pemda
Tamatan SMA dikampung
sudah termasuk luar biasa

Dikampungku hanya sedikit
 yang bisa sekolah
Memang tidak ada sekolah murah
Sehingga anak-anak kampong
banyak  putus sekolah[2]
Mungkin sudah benar istilah
orang miskin dilarang sekolah

/4/

5 Syawal 1423 H,
Kuberanikan diri berbicara
kepada ummi dan abah
Kuutarakan niatku bekerja
merantau ke Kota Jakarta

Kuyakinkan ummi dan abah
bahwa aku akan menjaga diri disana
Semua yang kulakukan
demi masa depan keluarga

Kuyakinkan ummi dan abah
Aku akan mengirim uang
setiap bulan
Aku akan pulang kekampung
 setiap lebaran

Ummi dan abah akhirnya
memberiku izin
keluarga sudah tidak ada pilihan
Aku memang harus bekerja
untuk menutupi kebutuhan keluarga

Penghasilan dari sawah
sudah tidak bisa di harapkan
harga bibit dan pupuk semakin mahal
hama dan bencana
silih berganti berdatangan

Hanya sebahagian petani
yang mampu bertahan
Sebahagian hanya bisa pasrah
 menerima keadaan

Maghrib,7 Syawal 1433 H,
Dengan uang secukupnya
Dengan pakaian seperlunya
aku berangkat ke kota Jakarta

Berat hati rasanya
meninggalkan orangtua
tetapi ini demi masa depan keluarga
Meninggalkan kampung halaman
Tempat aku dilahirkan dan dibesarkan

Kulihat air mata ummi dan abah
Menetes membasahi pipi
Seakan tak rela melepasku pergi

/5/

Setelah melewati menempuh perjalanan
sehari  semalam
Akupun tiba di kota Jakarta
Ibukota Indonesia

Jakarta memang luar biasa
Disana sini berdiri
 hotel dan mal-mal megah

Disana sini berdiri
Apartemen-apartemen mewah

Disana sini berdiri
Gedung-gedung perkantoran

Disana sini berdiri
Gedung-gedung perkulihan

Berbeda dengan kampungku
Hanya ada pasar-pasar tradisional
Hanya ada sekolah-sekolah tua
Hanya ada rumah-rumah sangat sederhana
Sebahagian besar, berdinding rotan,
berlantai tanah, beratap rumbia

Aku harus sukses di Jakarta
seperti Rika
Bertahun-tahun bekerja
Menangkat ekonomi keluarga
Membangun rumah untuk orangtua
Memberangkatkan orangtua ke tanah suci
Membantu orang susah di kampung kami

/6/

 Tiba di Jakarta aku tinggal
di tempat rika
apartemen mewah di tengah kota

sudah seminggu lamanya
aku masih belum bekerja
akhirnya malam itu tiba,

Rika mengenalkan dengan Arman 
Badannya kekar tinggi
Penampilannya rapi
Memakai kemeja berbalut dasi

Arman banyak bertanya
Tentang diriku, masa kecilku,
sekolahku hingga keluargaku
Tentang kemampuan dan kepandaianku
Menjelaskan tentang pekerjaan baruku

Malam semakin larut
Akupun mulai merasa takut
Kepalaku mulai terasa pusing
Badanku mulai terasa linglung
Aku meminta Arman mengantarkanku pulang

/7/

Sinar mentari pagi membangunkanku
Memberikan berita buruk kepadaku

Entah bagaimana
Aku tidur tanpa busana
Kulihat di sebelahku tidak ada seorangpun
Kulihat di sekelilingku tidak ada suara apapun

Perasaan takut menghampiriku
Perlahan-lahan kubuka selimut tubuhku
Astaghfirullah,
Arman memperkosaku
Dia telah merenggut kehormatanku
Dia bukan suamiku

Hatiku hancur,
Apa gunanya hidupku
Apa kata ummi dan abah jika dia tahu

Teringat olehku
Pesan ummi dan abahku
Untuk menjadi wanita sholeha

Teringat olehku
Pesan guru ngajiku
Untuk  berpegang teguh  kepada agama

Apa gunanya aku mengerjakan shalat
Apa gunanya aku belajar mengaji
Jika aku tidak bisa menjaga kehormatan

Rika telah menipuku
Dia tega telah menjual tubuhku
Dia  seorang PSK
Keperawananku di hargai 15 juta

15 juta yang dianggap sebagai hutang
Arman memaksaku melayani
para pria hidung belang
untuk menembus semua utang
utang yang tidak pernah aku bayangkan


/8/

Setiap malam aku tidur
di hotel berbintang
bukan seorang diri
tetapi dengan pria hidung belang

Sudah tak terhitung
Berapa kali aku tidur dengan pria hidung belang
Mereka menikmati tubuhku
Tetapi tidak denganku

Setiap malam aku menangis dalam senyum
Setiap malam aku tersenyum dalam tangis

Tak terasa bulan terus berganti
Tak terasa tahun pun telah berganti
Hari demi hari terus kulewati
Hidupku seakan tidak berarti
Lebih baik aku mati

Aku mulai lupa dengan dosa
Aku mulai lupa dengan agama
Aku mulai lupa dengan Tuhan

Begitu banyak uang yang kudapatkan
Meskipun harus kubagi dua
dengan Arman[3]
Kutetepati janjiku kepada ummi dan abah
untuk mengirim uang setiap bulan
Meski aku tidak pulang setiap lebaran

Aku tidak ini mereka tau
Apa pekerjaan yang kulakukan
Aku tidak ingin mereka tau
Dari mana asal uang yang aku kirimkan
Aku tidak ingin mereka malu

/9/

Perasaanku semakin hancur
Ketika mendengar kabar abah sudah tiada
Abah meninggal karena sakit tua

Sudah berulangkali
ummi memintaku pulang
Abah rindu bertemu denganku
Abah rindu ingin melihatku

 Aku sengaja tidak pulang
menghadiri pemakaman abah
Tidak pantas bagiku berada disana
Memanjatkan doa untuk abah
Meskipun aku anaknya, tetapi aku seorang PSK


Abah kini telah tiada
Sewaktu masih hidup
Begitu berat beban yang dipikulnya
Membanting tulang demi keluarga
Abah tak pernah berhenti bekerja
Dari pagi hingga petang
Dikala panas dan hujan
Semua abah lakukan
demi ummi dan anak-anaknya

Begitupun dengan ummi
Seorang wanita mulia
Tidak pernah mengeluh kepada abah
sebagai seorang istri
Tidak pernah mengeluh kepada anak-anaknya
sebagai seorang ibu
Ummi sangat menyayangi kami

Ummi dan Abah
 maafkan nur,
Nur telah durhaka kepada kalian
Nur melupakan semua nasihat kalian
Nur tidak bisa menjadi cahaya mata bagi kalian
sesuai dengan nama Nur
Ummi dan abah
Nur rindu kepada kalian

/10/

Akhirrnya tiba apa yang kutakutkan
 aku divonis menderita HIV[4]/AIDS[5]
sebuah penyakit mematikan
Untuk apa aku harus bertahan
Hidup dalam segala penderitaan
Aku pun menggugat Tuhan

Ya Allah,
Apa dosaku kepada-Mu
Apa salahku kepada
Jawab Ya Allah
Apakah Engkau tuli
Apakah Engkau bisu

Mampukah aku
bertahan lebih lama
Mungkingkah aku
akan mendapat mukjizat- Nya
Mendapatkan kesempatan
 hidup lebih lama
Mendapat kesempatan
bertemu dengan mereka

Bersujud di kaki ummi
Berdoa di makam abah
Mencium dan memeluk Aisyah

Aku diam dalam kesedihan
Aku kalap dalam kekesalan
Malam itu aku bertemu Rika dan Arman


 Aku pun membunuh mereka
Orang yang telah menjual tubuhku
Orang yang telah merenggut kehormatanku

/11/

Vonis ketidakadilan
mengantarkanku ke balik jeruji besi
aku terbukti bersalah
dan dijatuhi hukuman mati

Pantaskah aku
menerima hukuman mati
Hukum memang tidak adil
Aku bukan koruptor
Aku hanya membela diri

Aku tidak pernah
merampok uang rakyat
Aku tidak pernah
membunuh jutaan rakyat
karena mati kelaparan

Kupandangi foto itu kembali
untuk yang terakhir kali
Kini 1 Syawal 1433 H
Aku rindu bertemu ummi dan aisyah
untuk yang terakhir kali,
di hari raya Idul Fitri

Allah telah memanggilku
Sebelum aku sempat bertemu
AIDS telah membunuhku
AIDS telah mengakhiri hidupku[6]

Tanjungpinang, 28 Oktober 2012




[1]  PSK adalah para pekerja yang bertugas melayani aktifitas social dengan tujuan untuk mendapatkan upah atau imbalan dariyang telah memakai jasa mereka tersebut (Koentjoro, 2004 : 26). Jika dilihat dari pandangan yang lebih luas. Kita akan mengetahui bahwa sesungguhnya yang dilakukan pekerja seks adalah suatu kegiatan yang melibatkan tidak hanya si perempuan yang memberikan layanan seksual dengan menerima imbalan berupa uang, tetap adalah suatu kegiatan perdagangan yang melibatkan banyak pihak.
[2]  Berdasarkan  Laporan Education for All Global Monitoring Report yang dirilis UNESCO 2011, tingginya angka putus sekolah ini menyebabkan peringkat indeks pembangunan Indonesia  rendah. Yakni, peringkat 69 dari 127 negara dalam Education Development Index. Bahkan, pada tahun 2010 anak-anak di usia 7-15 tahun yang terancam putus sekolah mencapai 1,3 juta. Di Jakarta sendiri, angka putus sekolah tingkat SD pada tahun 2009 mencapai 14.341, dan SMP mencapai 2.510 anak. Data lain juga menunjukkan hal yang sama. Pada tahun 2009, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengungkapkan, jumlah anak putus sekolah SD rata-rata 600.000 hingga 700.000 siswa per tahun. Sementara itu, jumlah anak putus sekolah SMP rata-rata 150.000 sampai 200.000 orang siswa setiap tahunnya.
[3]   Rata- rata tarif Pekerja Seks Komersial sekitar Rp 500.000,-. Bahkan seorang Pekerja Seks Komersial asal China, Thailand, Uzbeskistan, Spanyol dan lain-lain mencapai Rp 1.500.00,- sampai dengan Rp 3.000.000,- untuk short time. Sumber : http://www.beritasatu.com/megapolitan/13770-jakarta-surga-di-kala-malam.html
[4]  HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus yang menyebabkan rusaknya atau melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia. Virus HIV membutuhkan sel-sel kekebalan kita untuk berkembang biak. Secara alamiah sel kekebalan kita akan dimanfaatkan, bisa diibaratkan seperti mesin fotocopy. Namun virus ini akan merusak mesin fotocopynya setelah mendapatkan hasil copy virus baru dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga lama-kelamaan sel kekebalan kita habis dan jumlah virus menjadi sangat banyak. HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain.
Sumber : http://aids-ina.org/modules.php?name=FAQ&myfaq=yes&id_cat=1&categories=HIV-AIDS
[5]  AIDS adalah singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome. AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS
[6]   Berdasarkan laporan perkembangan HIV di Indonesia, Triwulan I, tahun 2012, sejak pertama kali ditemukan (1987) sampai dengan Maret 2012 kasus HIV/AIDS tersebar di 368 (73,9%) dari 498 kabpaten/kota di seluruh (33) provinsi di Indonesia. Provinsi pertama kali ditemukan adanya kasus HIV/AIDS adalah Provinsi Bali (1987), sedangkan yang terakhir melaporkan adanya kasus HI (2011) adalah Provinsi Sulawesi Barat. Kasu HIV sampai dengan  tahun 2005 jumlah kasus HIV yang dilaporkan sebanyak 859 kasus, tahun 2006 (7.195 kasus), tahun 2007 (6.048 kasus), tahun 2008 (10.362 kasus), Januari- Maret 2012 (5.991 kasus). Jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan samapai dengan Maret 2012 sebanyak 82.870 kasus. Jumlah kasus HIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta (20.126 kasus), diikitu Jawa Timur (6.092), Papua ((8.000 kasus), Jawa Barat (6.092 kasus), dan Sumatera Utara (5.405). Kasus AIDS sampai dengan tahun 2004 jumlah kasus AIDS yang dilaporkan sebanyak 2.682 kasus, tahun 2005(2.639 kasus), tahun 2006 (2.873 kasus), tahun 2007 (2.947 kasus), tahun 2008 (4.969 kasus), tahun 2009 (3.863 kasus), tahun 2010 (5.744 kasus), dan tahun 2011 (4.126 kasus), Januari Maret 2012 (551 kasus). Jumlah kumulatif kasu AIDS dari tahun 1987 sampai dengan Maret 2012 sebanyak 30.430 kasus. Persentasi kumulatif kasus AIDS tertinggi pada kelompok umur 20-29 tahun (46%0, kemudian diikuti kelompok umur 30-39 tahun (31,4%0,  40-49 tahun (10,2%), 15-19 tahun (3,2%). Persentasi kasus AIDS pada laki-laki sebanyak 71% dan perempuan sebanyak 28 %. Jumlah Kasus AIDS tertinggi aadalah wiraswasta (3.481 kasus0, diikuti ibu rumah tangga (2.998 kasus), tenaga non-profesional (karyawan) (2.882 kasus), petani/peternak/nelayan (1.051 kasus), buruh kasar (1.002 kasus), anak sekolah/mahasiswa(885 kasus), dan penjaja seks (702 kasus). Jumlah kasus AIDS terbanyak dilaporkan dari DKI Jakarta (5118 kasus), diikitu Jawa Timur (4463), Papua (4669 kasus), Jawa Barat (4043 kasus), Bali (2582 kasus), Jawa Tengah (1630 kasus), Kalimantan Barat (1269 kasus), Sulawesi Selatan (930 kasus), Riau (731 kasus), dan DIY (536 kasus). Angka kematian (CFR) AIDS menurun dari 40% pada tahun 1987 menjadi 0,2% pada tahun 2012.
Sumber : http://www.spiritia.or.id/Stats/StatCurr.php?lang=id&gg=1

30 Desember 2012

2012,Kau Masih Diam Dan Tidur



Di gedung istana(ku)
Kamu tetap diam dan tidur
Tak satu pun janji ditunaikan
Tak satu pun pengabdian dilakukan
Tak satu pun penghargaan ditorehkan

Lihatlah,
Di hamparan sawah negeriku
Di perairan laut negeriku
Di pabrik-pabrik negeriku
Di tepi-tepi jalan negeriku
Di perempat lampu merah negeriku
Di rumah-rumah negeri tetanggaku
Di lokalisasi negeriku
Mereka memanggil kamu
Mereka butuh bantuanmu

Presidenku
Jangan biarkan mereka lelah,
Jangan biarkan mereka bosan,
Jangan biarkan mereka marah,
Karena terlalu lama menunggumu

Sudah cukup mereka
mendengar dongeng tentang keluhanmu
Sudah cukup mereka
mendengar nyanyian tentang isi hatimu

Kini, bangunlah dari tidur panjangmu

Tanjungpinang, 31 Desember 2012

Sabri Hamri







19 November 2012

Negeri Tanda Tanya

Oleh : Sabri Hamri

aku hidup pada sebuah zaman yang tak pernah kumengerti...
aku hidup di sebuah negeri yang tak dapat kupahami...
negeri yang menceritakan kemiskinan...
negeri yang menceritakan kelaparan...

negeri yang diperankan oleh buruh, petani, pedagang, nelayan,pengemis,pelacur, gelandangan yang dirampas haknya oleh para penguasa negeri...

negeri yang jalan ceritanya tentang ke
munafikan tanpa ada kejujuran dan keadilan..
berceritakan para elit pejabat negara yang haus akan kekuasaan...
para politikus yang lapar harta kekayaan...
negeri yang tak kan pernah ku tau kapan berakhir ceritanya

dapatkah cerita ini aku jadikan dongeng kelak kepada anak-anakku...
dongeng tentang kebiadaban dan kesengsaraan dinegriku...

Aku butuh jawaban, darimu kawan!!!!

22 Oktober 2012

Mengais Asa di Negara Orang Miskin

Negara Orang Miskin
Miskin karena ketidakberdayaan
Miskin karena ketidakmampuan
Mengalah kepada ketidakadilan
Mengalah kepada ketidakjujuran

Sering mengkritik tapi dilarang
Sering berbicara tapi dibungkam
Coba melawan sering kalah

Negara Orang Miskin
Terus berlari
Terus menjauh

Bukan takut bukan cemas
Tapi siap berjalan

Jalan penuh liku
Beraspalkan keangkuhan penguasa
Tapi siap dihadang

Negara Orang Miskin
Membangunkan tidr panjang
Mengingatkan kembali pagi indah

Akan semangat perjuangan
Melepas belenggu penjajah

Negara Orang Miskin
Mengingatkan pribumi tersisih
Dalam kastanisasi pendidikan
Kembali kini hadir

Negara Orang Miskin
Mengingat nasi aking
Ditengah bsng lapar
Olahan beras yang rumit
Tapi nikmat dalam kesengsaraan

Negara Orrang Miskin
Melukiskan peluh buruh dan petani
Dibawah terik matahari
Walau kekayaan hanya mimpi

Negara Orang Miskin
Menggambarkan nelayan
Menahan deras ombak
Tanpa peduli tertelan hilang

Negara Orang Miskin
Melihat lapak-lapak tergusur
Dibawah komando kepala daerah
Atas nama penegakkan perda

Negara Orang Miskin
Hadir untuk bangkit
Membela mereka
Yang tidak berdaya
Dalam ketidakadilan dan kejujuran

Negara Orang Miskin
Mencoba memberi
Dengan tulus hati
Karena belum mati nurani

Negara Orng Miskin
Mengembalikan hak yang dirampas
Memulihkan hak yang tertindas

Negara Orang Miskin
Negara semu di dalam negara tercinta
Demi Indonesia Jaya

Padang, 2 Februari 2012-02-01
Anak Pedagang Kaki Lima

Sabri Hamri

07 September 2012

Munir Pahlawan Hak Asasi

Oleh : Sabri Hamri
 
Munir, semangatmu akan selalu hidup di hati kami...Biarkan mereka yang membunuhmu tertawa di dunia fana ini...tetapi mereka akan menangis di akhirat nanti...atas apa yang mereka perbuat kepadamu...engkau tetap pahlawan di mata kami...bukan pahlawa nasional atau pahlawan revolusi...tetapi pahlawan hak asasi...(In Memoriam Munir Said Thalib, 8/12/65 - 7/9/2004)

15 April 2012

Episode Ke(tidak)naikan BBM

Oleh : Sabri Hamri
Peneliti Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) FHUA
Ibarat drama serial, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM mempertontokan episode per episode yang disaksikan ratusan juta rakyat di tanah air. Mulai dari usulan kenaikan BBM oleh pemerintah sampai kepada Sidang Paripurna DPR (30-31/3/2012). Episode pun akan berlanjut ke Mahkamah Konstitusi terkait  judicial review Pasal 7 Ayat 6a UU APBN-P 2012.
Episode dimulai dengan kebijakan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM. Kenaikan minyak mentah dunia menjadi alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Jika harga enceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan maka defisit keuangan negara akan membengkak. Negara harus melakukan penghematan anggaran dengan mengurangi subsidi BBM seiring kenaikan minyak mentah dunia.
Pendapat pemerintah juga diperkuat dengan alasan pemakaian BBM bersubsidi selama ini tidak tepat sasaran. Sehingga lebih baik jika subsidi BBM dialihkan ke dalam bentuk lain. Untuk mengatasi kenaikan kebutuhan pokok dan ongkos transportasi sebagai dampak kenaikkan BBM, pemerintah akan memberikan BLSM kepada masyarakat miskin, bantuan beasiswa pendidikan dan bantuan operasional transportasi umum. Namun, apakah alasan pemerintah masuk akal?.

07 Maret 2012

Hakim Lupa Sebagai Wakil Tuhan

Oleh : Sabri Hamri
Pemerhati Hukum

Rasa keadilan masyarakat kembali terusik. Putusan Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan yang menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara dan denda 150 juta rupiah di nilai terlalu meringankan bagi  hakim Syarifuddin yang menciderai institusi penegak keadilan . Bahkan vonis hakim jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut 20 tahun penjara  dan denda 500 juta rupiah. Putusan ini melengkapi keraguan putusan-putusan pengadilan tipikor terdahulu. Mungkinkah karena terdakwa seorang hakim sehingga vonis yang diberikan terlalu ringan?
Selama ini pengadilan tipikor selalu diragukan dalam meberikan putusan. Selain putusan bebas di berbagai daerah. Kadangkala ketimpangan tuntutan dan vonis antara perkara kecil dengan perkara besar sangat jelas. Jika korupsi dibawah 100 juta di hukum 2 tahun penjara atau lebih sedangkan korupsi diatas 100 juta hanya di hukum kurang dari 2 tahun penjara. Begitupun dengan jabatan terdakwa. Kadangkala mempengaruhi putusan hakim. Mengapa demikian? . Padahal korupsi merupakan kejahatan luar biasa.
Jika memang hukum harus ditegakkan dengan seadil-adilnya dan siapapun harus dihukum jika berbuat salah. Termasuk menghukum Nenek Minah, Prita dan AAL. Mengapa selama ini putusan terhadap terdakwa korupsi dirasakan jauh dari keadilan.  Mungkihkah ada suap dalam putusan yang didahului dengan kata Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa?

21 Februari 2012

Drop Out, Salah(kah) Unand


Oleh: Sabri Hamri
Pemerhati Pendidikan

Menarik ketika membaca dua tulisan yang dimuat oleh harian ini. Pertama, tulisan yang berjudul “ Unand Terapkan Sistem Sapu Bersih” oleh Depitriadi, Opini 8/2/2012 dan kedua tulisan yang berjudul Eksekusi DO-Rektor Unand” oleh Nanda Oetama, Teras Utama s16/2/2012. Tulisan yang emberikan tanda tanya besar mengenai persoalan DO di Universitas Andalas. Apakah yang sebenarnya sedang terjadi?. Apakah DO sebuah keputusan yang tepat atau sebaliknya?   
Dalam tulisannya Depitriadi memberikan penilaian DO merupakan kelemahan sisi birokrat kampus,  dampak negatif sistem pendidikan berbasis teknologi (ICT), dan indikasi faktor pencitraan untuk menjadi world class university. Depitriadi berkesimpulan bahwa tindakan penjatuhan sanksi kepada ratusan mahasiswa dinilai memang di luar kewajaran.
Sedangkan Nanda Oetama mengkaji lebih dalam peraturan yang ada. Menurut Nanda Oetama, penjatuhan DO merupakan kebijakan  rektor dalam menegakkan aturan. Pada sisi lain, kita berteriak bahwa negara ini adalah negara hukum di mana setiap warga negara harus taat hukum. Dari optik yuridis, jika rektor tidak melakukan eksekusi, rektor tidak benar karena tidak mengikuti amanat undang-undang.
Lalu siapa yang salah dan siapa pula yang benar ?. Unand, Mahasiswa atau murni kegagalan dari sistem pendidikan di Indonesia. Karena akhir-akhir ini makna luhur dari pendidikan terabaikan. Pendidikan disulap dari institusi moral menjadi ladang bisnis menggiurkan. Komersialisasi dan privatisasi pendidikan, cara baru mengeruk keuntungan.
            World Class University
            Setiap perguruan tinggi memang dituntut untuk mecetak mahasiswa berkualitas. Dengan nilai IPK selalu menjadi tolak ukur bagi perguruan tinggi untuk mengukur kualitas mahasiswa. Sehingga mahasiswa yang “tidak mampu” mencapai nilai dan SKS  yang ditetapkan harus di DO demi mempertahankan kualitas perguruan tinggi. Mungkin hal ini pula yang sedang terjadi di Unand.
Namun sungguh tidak adil jika meletakkan kesalahan kepada mahasiswa.  Jika mau jujur kegagalan mahasiswa memenuhi target merupakan kegagalan kampus dalam menerapkan sistem pendidikan yang baik. Kampus terlalu berambisi mengejar target sebagai world classs university. Berlomba-lomba membangun kampus yang megah tetapi melupakan mutu pendidikan didalam yang sangat buruk.Dalam bahasa Minang: Elok dilua, buruak didalam.  
Pernahkah kampus mengevaluasi kinerja dosen dan pegawai?. Dosen yang sering malas mengajar. Menentukan jadwal kuliah pengganti sesuka hati dosen atau pratikum di dalam jadwal kuliah. Cara mengajar yang membosankan karena masih menerapkan sistem catat buku sampai habis (CSBH).  Tak lebih dari isi buku yang ditransfer kepada mahasiswa. Sehingga mahasiswa jarang mendapatkan gagasan atau ilmu baru dari sang dosen. Jarang masuk kuliah. Tetapi ketika masuk mengambil absen lebih dari satu. Padahal kehadiran minimal 75% mahasiswa menenentukan dalam mengikuti ujian semester. Sedangkan ujian semester salah satu syarat memperoleh nilai.
Birokrasipun demikian. Selalu rumit dan bertele-tele. Opor sana dan opor sini. Pelayanan hampir buruk disana sini. Menerapkan sistem informasi akademik online namun sulit diakses. Pegawai biro atau bagian ibarat raja kecil yang berkuasa. Memperlakukan mahasiswa sekehendak hati bukan melayani mahasiswa setulus hati. Kadang-kadang datang lambat dan pulang cepat. Jika jam istirahat mahasiswa harus menunggu lama. Inikah calon world class university?
Menurut Webometrics pada Januari 2012, Universitas Andalas berada di peringkat 2748 universitas di dunia dan peringkat 38 universitas di Indonesia. Peringkat Unand masih dibawah Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara dan Universitas Lampung. Bahkan Universitas Sriwijaya mampu menembus peringkat 1323 universitas di dunia dan peringkat 10  universitas di Indonesia. Padahal dulu Unand peringkat kedua dibawah USU untuk Pulau Sumatera.
            Hakikat Nilai
            Pemberlakuan DO kepada mahasiswa secara tidak langsung Unand telah menanmbah angka putus sekolah. Proses pindah yang ditawarkan Unand belumlah tentu dapat diterima oleh setiap mahasiswa. Dengan pelbagai alasan, proses pindah perguruan tinggi bukan proses yang mudah. Tahun ajaran berada di semester genap dan biaya besar harus dikeluarkan.
 Jika mahasiswa DO berasal dari kalangan tidak mampu tentu sebuah pilihan berat. Putus kuliah adalah satu-satunya jalan yang harus ditempuh. Bisa saja selama ini mahasiswa bersangkutan harus membagi waktu untuk kuliah dan pekerjaan demi membiayai kuliah sehingga tidak maksimal dalam memperoleh nilai. Akhirnya cita- cita untuk meraih gelar sarjana harus kandas ditengah jalan. Inikah keadilan pendidikan bagi orang miskin?.
Mengapa nilai IPK selalu menjadi tolak ukur. Pendidikan bukan hanya proses meraih IPK tertinggi melainkan proses memanusiakan manusia. Pendidikan bertujuan membentuk karakter seorang manusia agar berguna bagi bangsa dan negara. Nilai IPK hanya sebahagian kecil dari nilai yang sebenarnya yaitu nilai kemanusian yang harus ditanamkan dalam dunia pendidikan. Nilai yang tak bisa dikalkulasikan dengan angka-angka. Agar kelak mahasiswa peduli dengan kehidupan sekitarnya. Bukan menjadi apatis dan hedonisme.
Pada hakikatnya tidak ada seorang pun terlahir dengan bodoh. Begitupun mahasiswa Unand. Toh, calon mahasiswa DO yang diterima dikampus telah menyisihkan ribuan pesaing lain. Secara logika mereka memiliki kemampuan diatas rata-rata. Namun, mengapa mereka bisa gagal ditengah jalan?. Karena Unand belum mampu menerapkan sistem pendidikan yang baik.
Jika satu orang mahasiwa gagal dan di DO, maka itu adalah kebodohan masiswa tersebut, tetapi jika ratusan mahasiswa di DO, maka itu adalah kegagalan Unand. Jangan penegakkan aturan dijadikan alasan untuk menutupi sebuah kegagalan. Semoga kedepan Unand mampu mengevaluasi diri dan mampu menjadi lebih baik demi kejayaan bangsa.